Memilih antara jurusan Sistem Informasi (SI) dan Data Science saat mau masuk kuliah memang sering bikin galau. Wajar aja, keduanya sama-sama populer, berhubungan erat dengan dunia data serta teknologi, dan prospek kerjanya pun terbilang sangat menjanjikan. Kalau kamu merasa tertarik dengan dua-duanya, tenang, kamu tidak sendirian.

Sebelum mengambil keputusan, ada baiknya kamu memahami bahwa menentukan pilihan di antara kedua jurusan ini tidak melulu soal mana yang terbaik. Keduanya memiliki arah dan fokus belajar yang cukup bertolak belakang, tetapi juga bisa saling melengkapi dalam praktiknya.

Bedanya dari Sisi Fokus

Jurusan Sistem Informasi disiapkan untuk mencetak lulusan yang paham cara memanfaatkan teknologi demi menyelesaikan berbagai masalah bisnis. Di sini, kamu akan belajar menganalisis alur kerja organisasi, merancang sistem yang tepat guna, mengelola proyek TI, hingga mengolah data untuk kebutuhan operasional harian. Singkatnya, SI berfokus pada gambaran besar, yaitu menghubungkan aspek teknologi, manusia, dan proses bisnis.

Sebaliknya, Data Science jauh lebih spesifik dalam mendalami pengolahan data untuk menemukan pola, insight, dan prediksi masa depan. Materi perkuliahan Data Science akan banyak mengupas matematika, statistik lanjut, serta pengembangan machine learning. Jika SI mengajak kamu melihat sistem secara menyeluruh, Data Science justru menuntut kamu untuk menyelam lebih dalam ke satu elemen kunci, yaitu data.

Bedanya dari Sisi Mata Kuliah

Sebagai mahasiswa SI, kamu bakal banyak menjumpai mata kuliah seperti Analisis dan Perancangan Sistem, Manajemen Proyek TI, Enterprise Resource Planning (ERP), serta Dasar-Dasar Pemrograman dan Basis Data. Komposisi strateginya seimbang antara kemampuan teknis dan pemahaman bisnis, sesuai dengan perannya sebagai jembatan antara kebutuhan manajemen dan solusi teknologi.

Sementara itu, mahasiswa Data Science akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mempelajari Kalkulus, Aljabar Linear, Pemrograman Analisis Data, Machine Learning, dan Deep Learning. Bobot pelajarannya cenderung padat di ranah teknis serta hitungan matematis, sehingga porsi ilmu manajemen bisnisnya relatif minimal.

Bedanya dari Sisi Prospek Kerja

Prospek kerja lulusan SI sangat luas dan bervariasi. Kamu bisa meniti karir sebagai Business Analyst, System Analyst, IT Project Manager, hingga Konsultan ERP. Profesi-profesi tersebut sangat mengandalkan perpaduan antara wawasan bisnis yang matang dan pemahaman teknis yang memadai.

Di sisi lain, lulusan Data Science umumnya mengincar posisi yang highly technical, seperti Data Scientist, Machine Learning Engineer, atau AI Researcher. Jalur karir ini membutuhkan kedalaman ilmu teknis dan keahlian spesifik yang lebih tajam dibandingkan rata-rata peran lulusan SI.

Jadi, Harus Pilih yang Mana?

Daripada bertanya jurusan mana yang lebih unggul, sebaiknya tanyakan pada diri sendiri tipe mana yang paling menggambarkan dirimu. Kalau kamu suka melihat persoalan secara utuh, senang berinteraksi dengan banyak orang, dan tertarik menggunakan teknologi untuk memecahkan masalah bisnis, Sistem Informasi adalah pilihan yang sangat pas. Namun, jika kamu sangat menyukai pengolahan angka, nyaman bergelut dengan matematika tingkat lanjut, dan antusias membangun model prediksi dari awal, Data Science merupakan opsi yang tepat.

Perlu diingat juga bahwa masuk ke Sistem Informasi tidak serta-merta menutup peluangmu menjadi Data Scientist di masa depan. Berkat dasar-dasar pemrograman dan statistik yang didapat selama kuliah SI, banyak alumni SI yang berhasil beralih ke dunia Data Science melalui kursus, sertifikasi, atau studi lanjut. Jalurnya cenderung lebih fleksibel jika dibandingkan dari Data Science yang sudah sangat terspesialisasi sejak awal.

Kesimpulan

Apabila kamu masih ragu, Sistem Informasi bisa menjadi pilihan aman karena memberikan wawasan yang luas sekaligus menjaga peluangmu untuk mendalami Data Science di kemudian hari. Menariknya, bagi kamu yang tertarik mendalami keduanya, Program Studi S1 Sistem Informasi di Universitas Dinamika menawarkan peminatan khusus di bidang Data Science sehingga kamu bisa mendapatkan keahlian manajemen bisnis sekaligus penguasaan data science secara mendalam. Sementara itu, jika kamu sudah yakin ingin berfokus penuh pada pengolahan data dan siap dengan tantangan matematika yang tinggi, jangan ragu untuk memilih Data Science. Pada akhirnya, tidak ada pilihan yang salah selama sesuai dengan minat dan kenyamanan belajarmu.