Kalau kamu mahasiswa atau lulusan Sistem Informasi (SI) yang pengen nyemplung ke dunia data, pasti sering dengar dua istilah ini: Data Analyst dan Data Scientist. Dua-duanya sama-sama berkutat dengan data, makin banyak dicari perusahaan, dan sering muncul di daftar pekerjaan berprospek cerah. Tapi sebenarnya, lingkup kerjanya cukup beda. Nah, salah satunya biasanya jauh lebih ramah dan natural buat dijadikan batu loncatan awal anak SI.
Yuk, kita bedah bedanya secara praktis, bukan cuma teori di atas kertas, supaya kamu bisa ngelangkah dengan lebih mantap.
Analyst Menceritakan yang Sudah Lewat, Scientist Memprediksi yang Bakal Datang
Gampangnya, beda paling mendasar ada di garis waktu fokusnya. Data Analyst bertugas mencari tahu apa yang sudah dan sedang terjadi. Misalnya, kenapa angka penjualan bulan ini drop, produk apa yang paling diminati, atau kapan jam-jam rame pembeli. Hasil analisisnya bakal diolah jadi laporan atau dashboard interaktif yang gampang dipahami sama tim bisnis.
Sementara itu, Data Scientist melangkah lebih jauh ke depan. Mereka merancang model matematis buat menebak apa yang bakal terjadi di masa depan, seperti memprediksi pelanggan mana yang mau churn (pindah ke kompetitor) atau bikin sistem rekomendasi produk otomatis. Karyanya lebih ke arah pengembangan model machine learning, bukan sekadar membaca data yang ada.
Perbedaan Amunisi dan Makanan Sehari-hari
Dalam kesehariannya, seorang Data Analyst bakal sering nemuin SQL buat narik data, Spreadsheet/Excel buat olah data cepat, dan tools visualisasi kayak Power BI atau Tableau buat bikin dashboard ciamik. Pemahaman statistiknya cukup di tingkat dasar sampai menengah, yaitu yang penting jago liat pola dan tren tanpa perlu pusing mikirin rumus matematika yang kelewat rumit.
Data Scientist butuh skill teknis yang lebih dalam. Selain SQL, mereka wajib nguasai bahasa pemrograman kayak Python atau R, paham statistik dan probabilitas tingkat lanjut, plus terbiasa ngotak-ngatik library machine learning (misalnya scikit-learn atau TensorFlow). Kerjaannya jauh lebih kompleks karena mereka pada dasarnya ngebangun sistem yang bisa "belajar" sendiri dari data.
Kenapa Data Analyst Paling Pas Buat Langkah Awal Lulusan SI?
Kalau diintip dari kurikulum SI, posisi Data Analyst itu sejajar banget sama apa yang dipelajari di bangku kuliah. Skill SQL dan basis data biasanya udah dapet dari semester awal. Keunggulan utamanya lagi: anak SI dari dulu udah dilatih buat ngehubungin antara teknologi dan kebutuhan bisnis, bukan cuma perkara angka doang.
Kalau mau langsung ngegas jadi Data Scientist tepat setelah lulus, usahanya biasanya butuh ekstra keras, terutama buat mengejar ketertinggalan di bidang kalkulus, statistik lanjut, dan algoritma ML yang jarang dibahas dalam di SI. Bukan gak mungkin, tapi jalurnya emang agak muter dibanding masuk lewat pintu Analyst dulu.
Bagaimana dari Sisi Gaji dan Lapangan Kerja?
Soal penghasilan, Data Scientist memang cenderung mengantongi gaji lebih tinggi karena kerumitan skill dan dampak strategisnya. Tapi ingat, beda gaji ini baru terasa signifikan di level pertengahan (mid-level) ke atas. Untuk posisi fresh graduate atau entry-level, angkanya sebenarnya nggak jauh beda.
Di Indonesia sendiri, lowongan buat Data Analyst sangat berlimpah karena hampir tiap lini bisnis, dari startup berkembang sampai perusahaan lama, butuh orang yang bisa bikin data operasional mereka bercerita. Sementara lowongan Data Scientist biasanya lebih banyak terkonsentrasi di perusahaan yang infrastruktur datanya udah matang.
Data Analyst Dulu, Data Scientist Kemudian?
Kabar baiknya, kamu nggak perlu ngeliat dua jalur ini sebagai pilihan mati. Banyak kok praktisi data yang memulainya sebagai Data Analyst, lalu pelan-pelan ngedalemin kodingan dan statistik sambil nyelesein projek nyata, sampai akhirnya transisi jadi Data Scientist. Justru pengalaman jadi Analyst bikin mereka punya sensitivitas bisnis yang oke banget waktu nanti merancang model ML.
Jadi buat kamu lulusan SI, nggak usah merasa tertekan harus langsung tau tujuan akhirmu dari hari pertama. Mulai aja dulu dari posisi Data Analyst, kuatin fondasinya, lalu rasakan sendiri apakah kamu lebih suka mendalami sisi teknis-matematis atau justru makin menikmati peran strategis di dunia bisnis.
Kesimpulan
Buat sebagian besar lulusan Sistem Informasi, Data Analyst adalah pintu masuk paling ideal karena bekal perkuliahanmu sudah sangat mendukung. Menjadi Data Scientist bukan hal yang mustahil, tapi butuh investasi waktu ekstra untuk memperdalam skill teknisnya. Daripada bingung memilih di awal, mulailah dari peran yang paling ramah dengan modal yang kamu punya sekarang, lalu kembangkan karirmu ke arah yang paling bikin kamu bersemangat.